JEMBRANA – Guna mendukung kelestarian adat dan budaya, Pemkab Jembrana di bawah kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati IGN Patriana Krisna meluncurkan program mobil pickup untuk desa adat.
Pada Selasa (25/3/2025), sebanyak 21 unit mobil pickup diserahkan kepada desa adat se-Kabupaten Jembrana dalam tahap pertama, bertempat di Halaman Gedung Kesenian Bung Karno. Program ini sekaligus realisasi janji kampanye pasangan Bang Ipat.
Secara total bantuan hibah akan diserahkan kepada 64 desa adat dan 6 desa dinas di luar desa adat di antaranya Loloan Barat, Loloan Timur, Desa Air Kuning, Desa Pengambengan, Desa Blimbingsari, dan Desa Cupel.
Jadi jumlah keseluruhan sebanyak 70 unit mobil angkutan pickup yang akan diserahkan. Termasuk di dalamnya bantuan operasional sebesar Rp5 juta per tahun.
“Mobil ini bukan hanya alat transportasi, tapi juga bagian dari upaya kami untuk menjaga dan melestarikan adat serta tradisi budaya di desa adat,” ujar Bupati Kembang usai penyerahan bantuan, didampingi Wabup Patriana Krisna.
Bupati Kembang menjelaskan bahwa tahap berikutnya akan menyusul dengan penyerahan 49 unit mobil pickup lagi. Sebanyak 64 desa adat di Kabupaten Jembrana dipastikan akan menerima bantuan ini. Bahkan, desa yang tidak memiliki desa adat juga akan mendapatkan mobil serupa.
“Setiap mobil dilengkapi dengan fasilitas AC dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kegiatan adat. Selain itu, setiap unit mobil juga akan mendapatkan dana operasional sebesar Rp5 juta per tahun untuk perawatan,” kata Kembang.
Mobil pickup yang diserahkan ini dilengkapi dengan stiker khusus yang menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah milik desa adat dan hanya digunakan untuk kepentingan adat, tradisi, dan agama.
Bupati Jembrana juga menekankan bahwa kendaraan ini diberikan dalam bentuk hibah, sehingga menjadi tanggung jawab masing-masing desa adat untuk merawatnya. “Saya harap mobil-mobil ini dapat digunakan dengan baik dan dapat bertahan hingga minimal 15 tahun,” harapnya. (dbc)















