DENPASAR – Untuk mengantisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Panjer, pihak kelurahan setempat menggiatkan fogging focus. Pada Kamis (1/12/2022) pagi, fogging atau pengasapan menyasar Lingkungan Tegalsari, Kelurahan Panjer. Kegiatan ini melibatkan seluruh perangkat kelurahan, baik itu staf kelurahan, kaling, dan petugas fogging yang ada di setiap lingkungan.
Lurah Panjer, Putu Budi Ari Wibawa, mengatakan pada Oktober 2022 lalu ditemukan sebanyak 3 kasus DBD di wilayah setempat. Untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD di wilayahnya, dilakukanlah fogging. “Hal ini untuk mengantisipasi perkembangbiakan vektor DBD di musim hujan karena semakin bertambahnya tempat-tempat strategis bagi perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tujuannya tentu saja untuk menekan penularan kasus DBD di wilayah Kelurahan Panjer,” jelasnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap penularan DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui program 3M plus. Tindakan preventif itu dapat meliputi menguras bak penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, serta menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang susah dikuras.
“Harapan kami ke depannya melalui kegiatan ini adalah angka penularan kasus DBD di Kelurahan Panjer dapat menurun secara signifikan. Tentunya hal ini juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar,” pungkas Ari Wibawa. (dbc)















