Home / Dari Desa / Ekbis

Sabtu, 5 November 2022 - 18:42 WIB

Deklarasi Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Forkopimda serta Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dini Astika Sari, saat berkunjung ke Kelompok Tani Merta Abadi, Desa Ekasari.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Forkopimda serta Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dini Astika Sari, saat berkunjung ke Kelompok Tani Merta Abadi, Desa Ekasari.

JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, secara resmi mendeklarasikan pencanangan Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik, Jumat 4 November 2022 bertempat di Kelompok Tani Merta Abadi, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana. Hal itu sebagai wujud komitmen untuk mengembangkan dan memberdayakan komoditas unggulan pertanian khususnya komoditas kakao dari hulu hingga hilir.

“Deklarasi ini bentuk komitmen dan semangat kita sebagai pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk mengembangkan komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Jembrana, yakni kakao. Karena selain masyarakat sudah sangat semangat, buyer juga siap, tentu kita gas terus,” ujar Nengah Tamba.

Selain Deklarasi Desa Kawasan Kakao Organik, dalam kesempatan yang sama, Bupati Tamba bersama Forkopimda serta Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dini Astika Sari, juga melakukan penanaman bibit kakao serta petik buah kakao di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Makin Keren dan Stylish, POCO X5 5G Cuma 3 Jutaan

Dengan deklarasi tersebut, Tamba meyakini ke depan akan menjadi kawasan komoditas unggulan kakao berbasis korporasi petani dengan pengelolaan hulu hingga hilir berbasis kawasan dan kelembagaan petani. Sehingga berdampak terhadap nilai tambah dan daya saing bagi petani yang sangat berpeluang bisa dikembangkan sebagai destinasi agrowisata.

“Tentu ke depan kawasan ini akan banyak dikunjungi dan menjadi tempat studi bagi orang-orang yang ingin belajar praktik langsung tentang kakao. Jadi, kelompok harus tetap semangat dan tekun,” ucapnya.

Ekosistem Pengembangan Kakao

Bupati Jembrana juga memaparkan tengah mempersiapkan ekosistem terkait pengembangan kakao. Mulai dari awal, proses hingga pemasaran. “Pertama, kakao yang hari ini kita tanam hampir 350 ribu bibit. Kemudian untuk prosesnya pabrik Factory Chocolate akan ada di Desa Kaliakah yang akan kita rencanakan di tahun 2023 melalui Bappenas dan Kementerian Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Baca Juga :  Ciptakan Momen Nataru Penuh Kesan, Informa Hadirkan Berbagai Inspirasi Dekorasi

Selanjutnya untuk hasil olahan kakao tersebut, jelas Tamba, akan ditampung di Sentra Tenun yang akan menjadi pusat oleh-oleh Kabupaten Jembrana. “Di samping itu, kita juga telah memiliki buyer untuk ekspor. Jadi, lengkap sudah itu ekosistemnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, menjelaskan saat ini luas tanaman kakao di Jembrana ada 6.300 ha dengan produksi 2.800 hingga 3.000 ton biji kering per tahun. “Khusus di Desa Ekasari ini potensi yang dapat dikembangkan nanti 450 ha, dengan eksisting tanaman kakao baru 258 ha. Tahun ini akan plot di desa ini untuk pengembangan 100 ha lagi,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Rumah Roboh, Pasutri Muda Asal Mendoyo Dauh Tukad Terpaksa Mengungsi

Dari Desa

Bupati Badung Resmikan Gedung Baru TPS3R Mohija Collection Center Desa Adat Seminyak

Ekbis

Dekranasda Tingkatkan Keterampilan Perajin Ecoprint

Ekbis

Mendag Buka Bhinneka Culture Festival 2023 di Pantai Jerman Kuta

Dari Desa

Taman Penasar Banjar Pegok Jadi Duta Denpasar di PKB 2025

Ekbis

Tutup KTT G20 Bali, Presiden Jokowi Bersyukur Deklarasi G20 Bali Diadopsi dan Disahkan

Ekbis

Jelang Nataru, Forkopimda Denpasar Inspeksi Stok dan Harga Pangan

Dari Desa

Ubung Kaja Festival Digelar Perdana, Ada Lomba Seni dan Pameran UMKM