Home / Komunitas / Turisme

Rabu, 18 Januari 2023 - 08:35 WIB

“Peace Run” untuk Bangkitkan Pariwisata

Event Peace Run gagasan Sri Chinmoy saat berlangsung di Desa Sudaji, Sawan, Buleleng, Selasa (17/1/2023).

Event Peace Run gagasan Sri Chinmoy saat berlangsung di Desa Sudaji, Sawan, Buleleng, Selasa (17/1/2023).

BULELENG – Event lari estafet kedamaian sedunia atau dikenal “Peace Run” gagasan Sri Chinmoy berpusat di USA sejak tahun 1987, digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng. Event yang dalam rangka menggelorakan semangat perdamaian, persaudaraan di seluruh dunia ini dihadiri 55 peserta dari delegasi 13 negara.

Peace Run yang dikoordinatori Executive Direktur, Mr. Salil Wilson, diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, didampingi Camat Sawan bersama Ketua Panitia Peace Run Buleleng pada Selasa (17/1/2023) bertempat di Lapangan Desa Sudaji.

Kepala Dispar Gede Dody mengatakan, kegiatan Peace Run diharapkan mampu menggeliatkan pariwisata Buleleng. Sebab, Desa Sudaji menjadi contoh bagi desa wisata lainnya di Buleleng, karena berhasil meraih Anugerah Desa Wisata nomor 2 dengan kategori Desa Wisata Maju Tingkat Nasional tahun lalu.

Baca Juga :  Plan Indonesia Luncurkan Program “Ready to Work” di Bali

“Jadi, penggerak desa wisata yang lainnya agar bisa berprestasi. Kami harapkan dari 75 desa wisata yang ada di Buleleng, nantinya semuanya bisa meningkatkan kualitasnya yang nantinya secara tidak langsung akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” kata Dody.

Ke depan, event Peace Run diharapkan mampu menjadi event tahunan di Buleleng. “Ini tentu akan memberikan manfaat langsung, tentunya guna mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya di bidang pariwisata,” jelas Dody.

Ketua Panitia Peace Run Buleleng, Ketut Susana, menjelaskan, kegiatan ini adalah event Peace Run ke-5 yang diadakan The Internasional Sri Chinmoy. Event tersebut pernah dilangsungkan sebelum pandemi dan untuk di tahun 2023 ini kembali diselenggarakan.

Peace Run melibatkan beberapa anak-anak SD setempat dengan menempuh rute mengitari 5 sekolah untuk nantinya dikunjungi guna menyebarkan ajaran kasih sayang pada anak-anak itu sendiri. “Tahun 2023 ini merupakan tahun yang sangat mulia untuk event ini, tujuannya tentang kedamaian. Ini adalah event pertama yang kami lakukan setelah pandemi Covid-19,” jelas Susana.

Baca Juga :  PKK Jembrana Berbagi di Hari Kartini

Executive Direktur Peace Run Internasional, Mr. Salil Wilson, menambahkan, Sri Chinmoy meyakini bahwa kedamaian itu dimulai dari hati. Alasan diadakannya event Peace Run di Bali, dikarenakan suasana dan kearifan lokal di Bali. “Tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimama agar hati kita itu bisa damai. Sebenarnya kedamaian hati kita itu sudah ada di dalam hati kita, dan nantinya bagaimana kita bisa mengembangkannya untuk dapat disebarkan,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Komunitas

Berdiri Sebelum Kemerdekaan, Sekaa Gong Belaluan Sadmerta dan Sengguan Gianyar Bertemu di Ardha Candra

Komunitas

Amartha dan Unilever Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan dengan Bank Sampah Perempuan Mikro

Ekbis

McEasy Serahkan 100 GPS untuk Dukungan Penguatan Digitalisasi UKM Pariwisata

Edukasi

Bercerita Pembangunan Taman Ayun, Prasi Sepanjang 4 Meter Diselesaikan 17 Orang

Peristiwa

Marak Bule Naik Motor Ugal-ugalan, Polisi Tilang 147 WNA di Bali

Komunitas

HOKA Indonesia Jadi Official Footwear Partner Maybank Marathon 2025

Turisme

Calypso Party di Byrd House Bali Kembali dengan Perayaan Tepi Pantai yang Meriah

Turisme

Wamenparekraf Dorong Penguatan Lingkungan dalam Pengembangan Pariwisata Kintamani Bali