Home / Turisme

Selasa, 30 Mei 2023 - 10:20 WIB

Menparekraf: Tingkatkan Pengawasan Agar Citra Pariwisata Bali Tetap Terjaga

Menparekraf Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno, Gedung Sapta Pesona, Senin (29/5/2023).

Menparekraf Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno, Gedung Sapta Pesona, Senin (29/5/2023).

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong seluruh pihak di Bali agar menyampaikan informasi dan melakukan sosialisasi kepada wisatawan tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan (do and don’t) untuk menjaga citra pariwisata Pulau Dewata di dunia internasional. Menparekraf Sandiaga menyampaikan hal itu dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno, yang berlangsung secara hybrid, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (29/5/2023).

Kemenparekraf menyayangkan kembali munculnya wisman asal Jerman yang mengalami depresi dan membuat ulah dengan menari tanpa busana di depan umum dan viral di media sosial. “Kejadian seperti ini seharusnya dapat kita cegah dengan cara penerapan SOP kenyamanan dan keamanan tempat wisata yang baik dan ketat. Dalam rangka penegakan peraturan, menjaga norma, maupun menghormati adat-istiadat masyarakat setempat demi citra baik Bali dan Indonesia umumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  8 Pantai di Kawasan Wisata Sanur

Terkait do and don’t ini sudah disosialisasikan pula kepada maskapai dan imigrasi, bahkan Kemenparekraf juga menggunakan chatboard AI TIWI sebagai layanan pengaduan bagi masyarakat jika ada wisatawan yang melanggar aturan. “Kami mengajak seluruh pihak terkait untuk turut menyebarkan informasi tentang rambu-rambu berwisata,” katanya.

Berkelanjutan dan Berkualitas

Menparekraf Sandiaga juga mengatakan dirinya telah membahas bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengeluarkan beberapa kebijakan agar masa tinggal wisatawan bisa lebih lama, lebih berkualitas, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas kepada masyarakat.

“Kami terus mendorong Bali dari sisi pelestarian budaya dan lingkungan dalam konsep berkelanjutan dan berkualitas yang kami yakini dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanah Longsor di Ubung Kaja, Lima Orang Tewas

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menjelaskan, saat ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mengalami peningkatan. Total sebanyak 1.474.000 wisman berkunjung ke Bali selama periode Januari – April 2023. Namun dalam beberapa waktu belakangan ini ada ulah turis asing asal Jerman yang tidak menggunakan busana di Ubud.

“Memang betul, wisatawan asing tersebut mengalami depresi, saat ini dalam perawatan di RSJ Provinsi Bali. Kantor Wilayah Kemenkumham Bali melalui Konsulat Jenderal Jerman telah berkoordinasi dengan pihak keluarga turis tersebut. Dan dipastikan akan melakukan tindakan keimigrasian kepada yang bersangkutan,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Intermeso

Libur Panjang Idul Adha, Mau Ke Mana? Mampir ke Art Centre Yuk! Ini Jadwal PKB Tanggal 28, 29, 30 Juni dan 1, 2 Juli 2023

Intermeso

Balimakarya Film Festival Bakal Bangkitkan Perfilman di Pulau Dewata

Komunitas

Menparekraf Bertemu 24 Komunitas di Bali Bahas Isu Keberlanjutan Lingkungan

Turisme

Tiga Desa Wisata di Buleleng Wakili Bali dalam Ajang BTV V

Ekbis

ASDP Tata Gilimanuk Jadi Pelabuhan Termodern di Indonesia

Turisme

Air Terjun Siraman, Surga Tersembunyi di Desa Banyuatis

Turisme

Wisman Sambut Baik Lovina Festival 2023

Turisme

Hilton Hadirkan Properti Pertama LXR Hotels & Resorts di Asia Tenggara Melalui Peluncuran Umana Bali