GIANYAR – Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua Barat, dan Papua (Banuspa), Kuncoro Budi Winarno, mengatakan, fokus BPJS Ketenagakerjaan saat ini adalah universal coverage. “Dimana ekosistem desa menjadi prioritas dalam perluasan perlindungan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Kuncoro saat acara “House Warming” BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar, Rabu 21 Desember 2022.
Dalam acara yang dihadiri Gubenur Bali itu, pihaknya berharap Pemprov Bali dapat mendukung, baik dalam perluasan perlindungan serta kerjasama dalam perluasan fasilitas kesehatan untuk menjadi provider BPJS Ketenagakerjaan yang disebut Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) untuk bisa memberikan layanan kepada pekerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja.
Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-45 BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan meresmikan wajah baru layanan BPJS Ketenagakerjaan yang disebut dengan “New Service Blue Print”. Konsep layanan menjadi lebih modern dan adaptif sesuai dengan konsep standarisasi ruang layanan publik serta memperhatikan ruang layanan yang nyaman dan ramah bagi pekerja penyandang disabilitas.
Aplikasi JMO
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki Aplikasi JMO yang dapat memberikan layanan kepada peserta yang cepat dan mudah. “Mindset layanan ke arah customer oriented telah membawa perubahan terhadap kualitas manfaat dan layanan yang terasa semakin dekat dengan peserta,” ucapnya.
Kuncoro juga melaporkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat beasiswa pendidikan kepada kurang lebih 1.778 anak di Provinsi Bali dengan total nominal Rp7.174.500.000. “Hari ini kita serahkan secara simbolis kepada 50 anak perwakilan. Semoga dengan adanya manfaat beasiswa ini anak-anak tersebut bisa melanjutkan langkah menuju cita-cita yang mereka impikan,” ujarnya.
Dia pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang selama ini telah mendukung penuh pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dalam acara itu, dilaksanakan pula pemberian kartu peserta kepada perwakilan prajuru adat Kabupaten Bangli dan pembayaran klaim secara simbolis kepada ahli waris penerima manfaat.
Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam kesempatan itu menyampaikan apreasiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang terus memperluas cakupan kepesertaan jamsostek ini. Ia juga mengapresiasi adanya bantuan beasiswa bagi ahli waris yang tentunya sangat bermanfaat bagi kelangsungan pendidikan anak-anak peserta jamsostek. “Ini sesuatu terobosan yang luar biasa. Sangat mulia,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menegaskan komitmen dari Pemprov Bali untuk melindungi tenaga kerja keagamaan yang kurang lebih berjumlah 32.000 yang ada di Provinsi Bali. Ia menargetkan, program perlindungan bagi sulinggih, pemangku, kiai, pendeta itu dapat berjalan pada tahun 2023.
Acara “House Warming” BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar itu juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Gianyar, perwakilan Dirut Bank BPD Bali, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan MDA Kabupaten/Kota, Ketua Forum Perbekel Provinsi Bali. Selain itu, hadir sejumlah perwakilan perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Bali. (dbc)















