Home / Politika

Jumat, 25 November 2022 - 09:44 WIB

Bawaslu Bali Libatkan Kelompok Perempuan Buleleng Bangun Kesadaran Menjaga Proses Pemilu

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Buleleng, Kamis 24 November 2022.

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Buleleng, Kamis 24 November 2022.

BULELENG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng memastikan kesetaraan gender dalam perekrutan jajarannya yang akan mengawasi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Hal itu diwujudkan dengan melibatkan kelompok perempuan sebagai pengawas. Demikian terungkap dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Banyualit Spa N Resort, Kamis 24 November 2022.

Dalam kesempatan itu Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra, menerangkan keterlibatan kelompok perempuan sebagai bentuk untuk membangun kesadaran. Pasalnya perkara pemilu banyak membuat ketidakpercayaan jadi harus dilakukan perubahan besar untuk menjaga prosesnya dengan membangun rasa sadar dari seluruh komponen.

“Sebuah prinsip dasar, kita tidak boleh diam, membangun kesadaran dari hati menjadi pemeran penting, pemilu ini menjadi hak politik setiap warga negara, jadi kita harus sadari itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Tutup KTT G20 Bali, Presiden Jokowi Bersyukur Deklarasi G20 Bali Diadopsi dan Disahkan

Dia menambahkan, pemilu adalah proses mencari pemimpin, melalui sebuah pertarungan visi dan misi, ada potensi cara-cara yang tidak benar dilalukan. “Maka peran kita memastikan bahwa cara yang salah itu harus dihentikan,” kata Widyardana Putra.

Acara sosialisasi telah dibuka sehari sebelumnya Rabu (23/11/2022) oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng, Putu Sugi Ardana. Pada kesempatan tersebut, Sugi Ardana mengatakan, kelompok perempuan punya peran penting dalam menyukseskan pesta demokrasi. Sehingga memberikan pengetahuan tentang pentinganya pengawasan pemilu harus dilakukan.

“Kelompok Perempuan punya kekuatan dalam mempengaruhi orang-orang terdekatnya, sehingga jika mampu berperan serta membagikan informasi tentang pentingnya pengawasan partisipatif akan berdampak luas dan meminimalisir terjadinya pelanggaran,” tuturnya di hadapan 40 orang peserta.

Salah seorang perwakilan Kelompok Perempuan, Ayu Dewi Martina dari Penarukan, Buleleng mengungkapkan dirinya merasa kegiatan sosialisasi dengan menyasar kelompok perempuan sangat baik. Karena selama ini perempuan kurang banyak dilibatkan dalam kepemiluan. “Padahal mereka juga punya semangat yang sama dalam menjaga proses demokrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Tahun Politik 2024, Masyarakat Perlukan FKDM

Ayu mengatakan siap berkolaborasi lebih lanjut dengan Bawaslu Buleleng dalam menyosialisasikan pengawasan pemilu. “Senang sekali bisa ikut kegiatan sosialisasi. Pemilu ini adalah milik seluruh warga masyarakat, jadi kami juga berkewajiban ikut serta dalam menjaga prosesnya,” pungkasnya.

Dalam rapat sosialisasi sendiri selain menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Bali, turut memberikan materi dari Penggiat Pemilu I Ketut Wiratmaja serta Luh Putu Anggreni dari Lembaga Bantuan Hukum Apik Bali. Dengan peserta yang terlibat dari Kelompok Perempuan Berkarya yang ada di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Buleleng. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Empat Desa di Denpasar Pilih Perbekel, Hasilnya Semua Petahana Menang

Politika

Presiden Prabowo Tegur Gubernur Bali soal Sampah

Politika

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari Tinjau Gudang Logistik KPU Kota Denpasar

Ekbis

Jokowi Buka KTT G20 di Bali, Berharap G20 Terus Bekerja Hasilkan Capaian Konkret

Politika

KPU Bali Tetapkan Koster-Giri Pemenang Pilgub 2024

Politika

Daftarkan Bacaleg, PDIP Gianyar Target 35 Kursi DPRD

Politika

Jaya Negara Awali Coklit Pemilu 2024 di Kota Denpasar

Politika

Populix Merilis Hasil Survei tentang Pilkada 2024, Berikut Ini Temuannya