Home / Edukasi

Rabu, 25 Januari 2023 - 09:22 WIB

Antisipasi Nitrogen Cair, Puskesmas Pengawasan ke Kantin-Pedagang di Sekolah

Perugas Puskesmas 2 Denpasar Barat melakukan pengawasan makanan yang mengandung nitrogen di salah satu sekolah di Pemecutan Klod.

Perugas Puskesmas 2 Denpasar Barat melakukan pengawasan makanan yang mengandung nitrogen di salah satu sekolah di Pemecutan Klod.

DENPASAR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair pada Produk Pangan Siap Saji yang diteken pada 6 Januari 2023. Sesuai dengan surat edaran itu, Kemenkes merekomendasikan tidak menggunakan nitrogen cair pada pangan siap saji terutama untuk di jajanan.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Puskesmas 2 Denpasar Barat melakukan pengawasan makanan yang mengandung nitrogen di sekolah-sekolah yang menyasar SD 2 dan SD 7 Pemecutan Klod. “Dalam pengawasan yang dilakukan, tidak ditemukannya pedagang atau makanan kantin yang mengandung nitrogen sejenis ice smoke atau ciki ngebul,” ujar Kepala Puskesmas 2 Denpasar Barat, dr. Lanawati, M.Kes, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga :  Pelatihan Advokasi Menuju Desa Inklusi di Kesiman Kertalangu

Lanawati menjelaskan, nitrogen cair mulanya digunakan untuk membekukan dan mengawetkan bahan makanan. Namun, seiring perkembangannya, bahan kimia ini juga digunakan untuk meningkatkan daya tarik makanan dan minuman ringan, termasuk chiki ngebul atau yang dikenal dengan ice smoke.

Nitrogen cair memunculkan efek asap yang terasa dingin pada makanan dan minuman. Meski unik, ada sejumlah bahaya nitrogen cair yang mengintai kesehatan. Bahaya mengonsumsi makanan yang mengandung nitrogen cair yang perlu diwaspadai yakni sulit bernapas, sakit perut, lambung berlubang, luka bakar, bahkan sampai menimbulkan kematian. “Mengantisipasi hal tersebut, maka kami melakukan pengawasan terhadap jenis makanan atau pangan ke sekolah sekolah,” ucap dr. Lanawati.

Baca Juga :  Regenerasi, Janger Anak-anak Banjar Mukti Singapadu Tampil di PKB

Kegiatan itu juga sebagai tindak lanjut dari surat edaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Pengawasan dan sosialisasi ke juga dilakukan ke para pedagang jajanan di sekitar sekolah dan kantin sekolah.

Lanawati mengatakan, kegiatan itu tidak di semua sekolah dilakukan, namun pihaknya hanya mengambil sampel saja, terutama sekolah-sekolah yang banyak dikelilingi pedagang jajanan di sekitar sekolah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar jangan sampai timbul korban. Untuk selanjutnya, pihaknya tetap melakukan edukasi dilakukan lewat WA group ke semua sekolah. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

KKN PPM Unud Terjunkan 390 Mahasiswa ke 24 Desa

Edukasi

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Edukasi

Olimpiade Metrologi 2024 Sukses Digelar, Inilah Juaranya!

Edukasi

Kumbakarna, Sosok Cinta Tanah Air || Pergelaran Wayang Wong SMKN 4 Bangli

Edukasi

Lomba Poster Digital dan Fotografi Meriahkan Bulan Bung Karno di Kecamatan Denpasar Utara

Edukasi

Universitas Udayana Teken Empat Kerja Sama Baru dengan Perguruan Tinggi di India

Edukasi

Berantas DBD dengan Metode Wolbachia, Amankah bagi Manusia?

Edukasi

Akademisi Undiksha Singaraja Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia