Home / Peristiwa

Selasa, 16 September 2025 - 08:45 WIB

Korban Banjir Bali: 18 Meninggal, 4 Orang Masih Hilang

Penanganan pascabanjir di Pasar Badung, Kota Denpasar untuk mengeluarkan kendaraan yang terjebak di basement.

Penanganan pascabanjir di Pasar Badung, Kota Denpasar untuk mengeluarkan kendaraan yang terjebak di basement.

DENPASAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Bali pada 9-10 September 2025. Hingga Senin (15/9/2025), dampak bencana tercatat cukup besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.

Data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan sebanyak 18 orang meninggal dunia, sementara 4 orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, terdapat 6.309 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung, serta 157 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

BNPB mencatat kerusakan material cukup signifikan. Sebanyak 520 unit fasilitas umum mengalami kerusakan, 3 jembatan putus, 23 titik jalan rusak, 82 tembok atau penyengker jebol, dan 194 rumah warga rusak. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan kerusakan fasilitas umum terbanyak, mencapai 474 unit.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Resmi Bergulir di Jembrana

Di Kabupaten Jembrana, kerusakan paling besar terjadi pada rumah warga dan infrastruktur jalan. Sementara itu, di Kabupaten Karangasem dilaporkan satu jembatan putus, 47 rumah rusak, serta 14 bendungan terdampak.

Pencarian Korban

Sejak kejadian, upaya pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan, meski di lapangan dihadapkan pada kendala akses dan kondisi cuaca. Evaluasi terhadap operasi pencarian juga dilakukan untuk mempercepat hasil.

Baca Juga :  Ayo, Saksikan PKB dan FSBJ Selama Juni dan Juli 2023

Selain itu, koordinasi lintas wilayah diperkuat dengan penetapan status tanggap darurat yang berlaku sejak 10 hingga 17 September 2025 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terdampak. Sebagai pusat koordinasi, Pos Komando Penanganan Darurat dibentuk di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, untuk mengintegrasikan langkah penanganan lintas wilayah.

BNPB bersama BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten/kota terdampak hingga kini masih melaksanakan penanganan darurat. Fokus utama mencakup penyedotan air di area tergenang, pembersihan material sisa banjir dan longsor, serta pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Insentif Juru Arah di Jembrana Naik 100 Persen

Peristiwa

131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Sudah Terapkan Pararem Penanggulangan Rabies

Peristiwa

Setahun Bebas dari Penjara, IRT Kembali Ditangkap Polisi

Peristiwa

Pengaspalan Jalan TPA Bengkala dan Segara Rupek Gunakan 11,75 Ton Bijih Sampah Plastik

Peristiwa

Bupati Badung Dialog dengan Komunitas Masyarakat Pantai Bingin

Peristiwa

Resmi Dibuka, Gubernur Koster Harap Porprov Bali XV Cetak Atlet Terbaik

Peristiwa

Mengawati Kunjungi KEK Sanur, Ingatkan Pesan Soekarno

Peristiwa

Empat Seniman Terima Penghargaan Dharma Kusuma dari Gubernur Bali