Home / Peristiwa

Selasa, 10 Desember 2024 - 14:18 WIB

Sepekan Terakhir, Buleleng Dilanda Puluhan Kejadian Bencana Alam

Selama sepekan pertama Desember 2024, telah terjadi puluhan bencana alam di Kabupaten Buleleng.

Selama sepekan pertama Desember 2024, telah terjadi puluhan bencana alam di Kabupaten Buleleng.

BULELENG – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Buleleng, Bali, selama sepekan pertama Desember 2024 telah memicu puluhan kejadian bencana alam.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, tercatat sebanyak 46 kejadian bencana terjadi dalam periode ini. Kejadian tersebut didominasi oleh pohon tumbang, banjir, tanah longsor, hingga kerusakan infrastruktur lainnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Rony Ariyana, mengungkapkan angka ini merupakan rekor mingguan tertinggi sepanjang tahun 2024. Ia menjelaskan, peningkatan jumlah bencana ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang dipengaruhi fenomena La Nina.

“Beberapa wilayah seperti di Kecamatan Busungbiu, Banjar, Sukasada, dan Tejakula mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi yang bahkan melebihi ambang batas normal. Wilayah-wilayah tersebut menjadi zona yang harus diwaspadai terhadap potensi banjir dan tanah longsor,” ujarnya di Singaraja, Selasa (10/12/2024).

Baca Juga :  Elon Musk Luncurkan Starlink di Bali, Pentingnya Koneksi Internet untuk Kemakmuran

Untuk mengantisipasi risiko bencana yang lebih besar, BPBD Buleleng bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pemangkasan pohon di jalur rawan, serta menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana saat hujan deras,” kata Rony Ariyana.

Sementara itu, Koordinator Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi BBMKG Wilayah III Denpasar, Made Dwi Wiratmaja, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini masih berpotensi berlangsung hingga pertengahan Januari 2025. Meski intensitas hujan diperkirakan sedikit menurun pada akhir Desember, namun peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi masih bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pemkot Denpasar Sidak SPPBE

“Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Kami mendorong masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan di tengah cuaca buruk untuk menghindari risiko kecelakaan atau terjebak dalam situasi bencana,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif memantau prakiraan cuaca dini melalui kanal-kanal resmi BMKG. Ia menekankan pentingnya informasi prakiraan dini sebagai panduan untuk menghindari aktivitas yang berisiko tinggi saat cuaca ekstrem. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Dihantam Ombak, Wisatawan Asal Inggris Alami Cedera Kaki

Peristiwa

179.378 Pemudik Menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang 15-18 April 2023

Peristiwa

KMP Mutiara I Terbakar dan Akhirnya Tenggelam, Seluruh Penumpang dan ABK Selamat

Peristiwa

Evakuasi Jenazah di Puncak Gunung Agung Dihadapkan dengan Cuaca Ekstrem

Peristiwa

Wisatawan Asal Jerman dan Austria Hilang Terseret Ombak di Diamond Beach

Peristiwa

TPA Suwung Kembali Alami Kebakaran

Peristiwa

Mengawati Kunjungi KEK Sanur, Ingatkan Pesan Soekarno

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Kesiman Petilan Dampingi Puskeswan Selamatkan Anjing Terlantar di Padang Galak