Home / Ekbis / Peristiwa

Sabtu, 15 Juli 2023 - 14:04 WIB

Strategi Perumda Tirta Hita Buleleng Antisipasi Kemarau Panjang

Pemeliharaan pipa air oleh Perumda THB. (ist)

Pemeliharaan pipa air oleh Perumda THB. (ist)

BULELENG – Menyikapi dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih lama tahun ini, Perumda Tirta Hita Buleleng (THB) akan menerapkan strategi secara teknis maupun nonteknis. Agar masyarakat penerima layanan air bersih di wilayah Kabupaten Buleleng tetap terlayani secara prima.

Direktur Utama Perumda THB, Made Lestariana, menyampaikan, strategi secara teknis yakni mengoptimalkan 60 titik sumber air yang dikelola perusahaan dengan total debit 858 liter/detik. Ada 62 ribu pelanggan dari 68 desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng.

“Jika dihitung antara suplai air dengan jumlah pelanggan di Buleleng mencukupi. Namun, musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang tentunya akan ada potensi gangguan layanan,” ujar Lestariana, Jumat (14/7/2023).

Gangguan layanan tersebut, kata Lestariana, terjadi pada puncak pemakaian pada pagi hari dan sore hari. Untuk itu, pihaknya selalu melakukan pengawasan, pengecekan dan pengaturan alat-alat, sarana dan saluran pipa air. Penelusuran pipa transmisi untuk mencegah adanya kebocoran. Pptimalisasi operasi pompa produksi 24 jam karena ada beberapa pompa tidak 24 jam, contoh pompa di daerah Gerokgak.

Baca Juga :  Meninggal di AS, Jenazah Kadek Melly Tiba di Rumah Duka

Kemudian, optimalisasi pemanfaatan reservoir untuk menampung air jam puncak pemakaian, contoh di Padang Bulia. Pemasangan inverter di panel pompa untuk menghindari tekanan tinggi pada malam hari untuk menstabilkan kecepatan pada pompa jika ada kebocoran tidak banyak terbuang. “Lalu pemeliharaan utilitas pipa transmisi dan sumber air dengan pembersihan screen dan pengawasan pintil angin yang mempengaruhi tekanan air,” paparnya.

Selain itu, Perumda THB juga telah memasang boster pompa untuk mengangkat air di daerah ketinggian seperti di Penarukan, Baktisraga, Desa Petandakan bagian selatan. Saat ini juga sudah dibangun sumur bor di Jalan Pulau Obi. “Sudah 60 persen pengeborannya. Harapannya selesai akhir tahun untuk menyuplai air saat puncak kemarau khususnya bulan November,” jelasnya.

Lestariana menambahkan, pemasangan valep-valep koneksi diantara sumber yang ada diatur untuk pemerataan aliran air. Juga pemindahan jaringan pipa, penggantian pipa yang lebih besar, contohnya di Desa Petandakan dari pipa 3 dm menjadi 4 dm.

Baca Juga :  Bupati Jembrana Luncurkan Trans Bahagia Transportasi Gratis Anak Sekolah

Sinergi dengan BPBD

Selain upaya secara teknis, strategi nonteknis tetap dilakukan. Seperti pelayanan dengan mobil tangki dengan 4 buah armada untuk antisipasi gangguan layanan.

Ia menyatakan, pihaknya selalu siap jika pelanggan yang membutuhkan air bersih dengan mobil tangki dengan menghubungi Perumda THB. Juga melayani jika desa-desa mengalami bencana kekeringan dan membutuhkan air bersih, silakan bersurat melalui perbekelnya.

“Kami selalu bersinergi, koordinasi dengan BPBD Buleleng untuk antisipasi bencana kekeringan. BPBD telah memiliki peta risiko bencana kekeringan di Buleleng dan ini merupakan bentuk aksi sosial kami,” paparnya.

Lestariana mengimbau agar selalu efisien menggunakan air, menampung air pada bak maupun tangki penampungan saat air mengalir untuk antisipasi penggunaan puncak. Benar-benar air bersih digunakan untuk kebutuhan dasar saja. Untuk jangka panjang bersama pemerintah dengan melakukan penanaman pohon, membuat biopori-biopori untuk menjaga kelanjutan ketersediaan air tanah. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Patih Agung Drama Gong dan Guru Besar UHN Prof. I Wayan Sugita Berpulang

Ekbis

Lomba Kerajinan Cenderamata PKB, Juri Sayangkan Minim Peserta

Dari Desa

LPD Desa Adat Panjer Miliki Gedung Baru

Peristiwa

Kapal Ikan Tenggelam, Satu Orang Meninggal, 10 ABK dalam Pencarian

Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi, 1.979 Jiwa Mengungsi

Peristiwa

Satukan Kekuatan Perangi Sampah Plastik

Ekbis

Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Ekbis

Delegasi TWG Nikmati Seni Budaya Bali di Atas Kapal Pinisi