Home / Unik Bali

Senin, 3 April 2023 - 20:56 WIB

Karya IBTK Besakih, Ribuan Orang Ikut Melasti ke Toya Sah

Ribuan umat Hindu mengikuti upacara melasti dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih, Karangasem, Senin (3/4/2023).

Ribuan umat Hindu mengikuti upacara melasti dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih, Karangasem, Senin (3/4/2023).

KARANGASEM – Serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, dilaksanakan upacara melasti pada Senin (3/4/2023). Ribuan umat Hindu mengikuti ring-iringan pemelastian berjalan kaki menempuh jarak sekitar 9 kilometer ke mata air suci Toya Sah di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

Prosesi di Pura Toya Sah dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singaraga, Griya Sangkan Gunung. Begitu pula prosesi pemendak di ambal-ambal Pura Penataran Agung Besakih.

Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiartha, kepada wartawan menerangkan, ada dua lokasi tempat melasti saat berlangsungnya upacara IBTK, yakni di Tegal Suci Tegenan dan di Toya Sah Muncan. Hanya, lokasi upacara pemelastian dilaksanakan menyesuaikan dengan tahun genap atau ganjil. Tahun 2023, karena tahun ganjil, upacara melasti dilangsungkan di Toya Sah, sedangkan jika tahun genap akan dilaksanakan di Tegal Suci.

Baca Juga :  Festival Lelakut 2024 di Kecamatan Negara, Lelakut Bukan Sekadar Menakuti Burung

“Ini sudah berlangsung dari dulu, digilir menyesuaikan tahun genap atau ganjil. Nanti ketika sudah lima kali tahun ganjil dan lima kali tahun genap, maka akan dilaksanakan satu kali melasti ke Klotok. Intinya 10 kali Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, maka sekali ke Klotok,” terangnya.

Widiartha menjelaskan, upacara melasti ini kaitannya dengan pesucian atau diumpamakan beliau menyucikan diri di sumber mata air yang disucikan tersebut. Setelah upacara melasti, pada malam harinya akan dilaksanakan ngias Ida Bhatara dan akan dilaksanakan upacara mapepada esok harinya.

Baca Juga :  Pengalantaka: Dasar Penetapan Purnama Tilem Dalam Kalender Bali

Dalam upacara melasti saat ini, ada 23 jempana pralingga Ida Bhatara yang di-pundut oleh pengiring dengan berjalan kaki menuju lokasi pesucian Toya Sah. Setelah upacara pesucian selesai, jempana pralingga Ida Bahata kemudian akan kembali menuju Pura Agung Besakih dan akan dilaksanakan upacara pemendakan.

Dari hasil pantauan di areal Pura Agung Besakih, sebelum puncak Karya IBTK, semuanya terlihat rapi dan bersih, mulai dari tempat parkir hingga pedagang. Untuk pedagang yang berjualan di areal Pura Manik Mas terlihat beberapa sudah mulai berjualan, sedangkan untuk yang di Bencingah belum terlihat yang berjualan. (dbc)

 

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pelebon Raja Denpasar IX Gunakan Bade Tumpang 11 dan Libatkan 12 Sulinggih

Edukasi

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Dari Desa

Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Edukasi

Subak Kawasan Sakral, Dilarang Seks dan Pertumpahan Darah di Sawah

Unik Bali

Tiga Sulinggih Muput Upacara Pawintenan Bersama di Banjar Adat Bakung

Edukasi

Kumbakarna, Sosok Cinta Tanah Air || Pergelaran Wayang Wong SMKN 4 Bangli

Unik Bali

Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali

Unik Bali

Pengalantaka: Dasar Penetapan Purnama Tilem Dalam Kalender Bali