Home / Edukasi

Rabu, 8 Maret 2023 - 20:37 WIB

Memaksimalkan Potensi Siswa Melalui Practical Science

Lucy Hoyles, Luna Van Der Rijst, Maya Tjiantoro, Kayla Katarina Godwin, Malaika Wauters, dan Zara Dennis, Canggu Community Schools, Bali, Indonesia – Cambridge Upper Secondary Science Competition 2019.

Lucy Hoyles, Luna Van Der Rijst, Maya Tjiantoro, Kayla Katarina Godwin, Malaika Wauters, dan Zara Dennis, Canggu Community Schools, Bali, Indonesia – Cambridge Upper Secondary Science Competition 2019.

Pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) semakin menjadi bagian penting dari kurikulum dalam membantu mempersiapkan generasi muda melalui keterampilan dan pemikiran kritis yang dibutuhkan untuk industri 4.0. Namun, laporan PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat 74 dari 79 negara OECD untuk kemampuan siswa di bidang STEM. Jadi, bagaimana sekolah-sekolah di Indonesia dapat menanamkan pengetahuan dan keterampilan di bidang membaca, matematika, dan sains untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan kehidupan nyata?

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, menanggapi laporan PISA dengan menekankan pentingnya memiliki guru yang terampil dengan sumber daya untuk dapat meningkatkan kompetensi STEM siswa dan meningkatkan motivasi dalam mempelajari mata pelajaran STEM. Lebih lanjut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, Totok Suprayitno menambahkan, infrastruktur sekolah (termasuk akses ke peralatan dan laboratorium) dan pendekatan pengajaran merupakan faktor utama yang membentuk keinginan siswa untuk lebih partisipatif selama proses belajar.

Salah satu cara untuk melibatkan siswa dalam sains adalah dengan memberi kesempatan siswa untuk secara langsung melakukan percobaan sains. Sains adalah mata pelajaran praktis dan penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan dalam studi ilmiah di masa depan, atau karier ilmiah, membutuhkan keterampilan praktis yang baik.

Baca Juga :  IGTKI Kota Denpasar Luncurkan Buku “DDTK Anak”

Everyday Science, sebuah sumber digital baru dari Cambridge International yang telah dirancang dan diluncurkan untuk memicu semangat siswa dalam pembelajaran praktis pada sains. Melalui sumber digital ini, siswa dapat melakukan penyelidikan ilmiah di rumah dengan menggunakan bahan yang tersedia tanpa memerlukan peralatan laboratorium. Hal itu dikembangkan saat terjadi lockdown Covid-19 untuk memperkuat pembelajaran konsep-konsep ilmiah penting dalam lingkungan pembelajaran daring di rumah.

Perkembangan baru lain untuk menginspirasi minat siswa pada STEM adalah peluncuran kembali Cambridge Upper Secondary Science Competition yang dapat diikuti siswa untuk melengkapi studi akademis mereka. “Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan kembali kompetisi ini kepada pelajar di Indonesia setelah adanya pandemi selama beberapa tahun ini.

Peserta dari seluruh dunia membentuk tim untuk menyelidiki topik yang diminati melalui kerja praktik dan metode ilmiah. Ini adalah kesempatan yang menarik bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan utama seperti pemikiran kritis, pemecahan masalah dan kolaborasi, sambil menguji diri mereka sendiri di hadapan pelajar lain dari seluruh dunia. “Kami ingin kompetisi ini memicu semangat siswa terhadap sains dan menunjukkan apa yang telah mereka pelajari,” jelas Clare Wilkes selaku Development Manager Cambridge International.

Pada tahun 2019, hampir 260 sekolah di seluruh dunia berpartisipasi dalam kompetisi tersebut dan tim dari India menjadi pemenang di antara tim lain dari seluruh dunia. Di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, satu tim Indonesia dari Canggu Community Schools, Bali memenangkan penghargaan emas untuk proyek mereka yang berjudul “Bagaimana perbedaan konsentrasi cairan asam akan memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme” atau “How do different concentrations of acidic liquids affect microorganism growth” yang merupakan sebuah pencarian alternatif lebih sehat untuk pengawet makanan dan produk pembersih, sebagai solusi potensial untuk masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan di Indonesia dan dunia.

Baca Juga :  Teater Jungut Sari Jadi yang Terbaik dalam Festival Teater Berbahasa Bali Tahun 2024

Kompetisi 2023 baru saja dimulai dan siswa di Indonesia siap untuk menghadapi tantangan dan melihat apakah mereka dapat dinobatkan sebagai pemenang kategori Terbaik di Dunia atau Best in the World.

Sebagai kesimpulan, sangat penting bagi siswa untuk memiliki paparan langsung terhadap sains dan mata pelajaran STEM lainnya untuk membantu membangun semangat dan kepercayaan diri mereka pada apa yang secara tradisional dianggap sebagai mata pelajaran yang lebih menantang. Dengan dukungan inisiatif seperti Cambridge Upper Secondary Science Competition dan Everyday Science, guru dapat membantu siswa mempersiapkan diri untuk peluang karir yang akan dibawa oleh Industri 4.0. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Pertunjukan Teater “Kidung Rasmi Sancaya” Sanggar Mahasaba FIB Unud

Edukasi

Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 Ditutup Pertunjukan Seni Sarat Pesan Gotong Royong

Edukasi

Teater Jungut Sari Jadi yang Terbaik dalam Festival Teater Berbahasa Bali Tahun 2024

Edukasi

Joged Bumbung Hibur Penonton PKB, Romantis Tak Harus Jaruh, Cukup Lirikan dan Tingkah Manja

Edukasi

Pulihkan Kebiasaan Menyikat Gigi, BKGN 2022 Beri Edukasi dan Perawatan Gratis

Edukasi

Anak-anak TK/PAUD di Denpasar Timur Ikuti Pawai Ogoh-ogoh

Edukasi

Kembangkan Potensi Anak Autis Agar Berdaya dan Kreatif

Edukasi

Desak Made Rita Raih Emas Piala Dunia Panjat Tebing, Sekaligus Lolos ke Olimpiade Paris 2024