Home / Ekbis / Peristiwa

Senin, 16 Januari 2023 - 22:17 WIB

Mega: Bali Sumpek, Jangan Bangun Bandara di Buleleng

Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri

DENPASAR – Dalam kunjungannya di Sanur, Senin (16/1/2023), Megawati Soekarnoputri juga mengingatkan investasi di Bali harus pedulikan masyarakat lokal, bukan sekadar menarik investor. Mega mendorong agar keseimbangan lingkungan dan pembangunan di Bali harus terjaga.

Megawati juga menyinggung soal rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng. Ia mempertanyakan rencana pembangunan Bandara Bali Utara. Bahkan, dia mempertanyakan apakah pembangunan itu hanya menguntungkan para investor semata dan melupakan para warga lokalnya. Sikap yang sama sudah beberapa kali disampaikannya kepada pemerintah.

Mega khawatir pembangunan bandara Bali Utara justru hanya akan menguntungkan investor. Ia mengatakan, Pulau Bali ini penduduknya hanya beberapa. Mega justru ingin rakyat Bali juga ada yang menjadi pengusaha dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Ketua Umum PDIP itu menyatakan menolak pembangunan bandara di Buleleng.

Baca Juga :  Menparekraf Imbau Masyarakat Terapkan Prosedur CHSE Saat Libur Nataru 2023/2024

“Saya bilang enggak. Saya mewakili rakyat Bali. Nah ini masukin kalau berani, biarin Bali yang satu-satunya pulau yang PDI Perjuangan. Kenapa sih, kebayang enggak buang duit melulu,” cerita Megawati.

Dia menegaskan, punya alasan saat itu menolak. Karena suasana masih pandemi Covid-19. Sehingga, dananya bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat Bali. Daripada membangun bandara baru, menurut dia lebih baik memanfaatkan Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga :  Kecelakaan Lift di Ubud, Mekanik dan Pemilik Ayu Terra Resort Tersangka

Mega juga melihat terjadi kepadatan di Bali ini jika di Bandara Bali Utara terealisasi. “Di Ngurah Rai iya, di Buleleng iya, enggak sumpek itu rakyat Bali yang datang orang asing semua?” tutur mantan Presiden RI itu.

Megawati pun sudah memikirkan alternatifnya. Misalnya, mereka yang hendak ke Bali bisa turun di Banyuwangi atau di Surabaya. “Kenapa? Itu memberi orang untuk bisa di tiga tempat. Dari Surabaya dia nginap, dari Banyuwangi lanjut nyebrang ke Gilimanuk, ini bisa terus,” jelas Mega. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 Ditutup Pertunjukan Seni Sarat Pesan Gotong Royong

Peristiwa

Meningitis Merebak, Jaga Kebersihan Kandang, Masak Daging Babi Suhu 80 Derajat Celcius

Ekbis

Puncak HUT Ke-6 Varash Dimeriahkan Judika, Putu Eka Suryawan Ingatkan Tiga Hal

Peristiwa

Patih Agung Drama Gong dan Guru Besar UHN Prof. I Wayan Sugita Berpulang

Peristiwa

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tri Buana

Dari Desa

Deklarasi Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik

Ekbis

Pertama di Indonesia, Lintasarta Cloudeka Luncurkan Cloud Sovereign

Peristiwa

Insentif Juru Arah di Jembrana Naik 100 Persen