DENPASAR – Selasa, 10 Desember 2024, dilangsungkan puncak upacara pelebon Ida Rsi Bhujangga Nabe Oka Widnyana, Griya Yadnya Sari, Ubung, Kota Denpasar. Meski sempat diguyur hujan, pelaksanaan upacara pelebon dapat berjalan dengan lancar, diakhiri prosesi nganyut pada sore harinya.
Upacara pelebon Ida Rsi Bhujangga Nabe Oka Widnyana mengambil tingkatan upacara Pelebon Sawa Prateka Karesyan. Pelebon menggunkan petulangan berupa lembu petak (putih). Sementara layon diberangkatkan dari Griya Yadnya Sari menuju Setra Kahyangan Kaler, Desa Adat Ubung, menggunakan padma dengan diusung oleh puluhan orang.

Yajamana Karya Pelebon, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Bhuana, menyampaikan, rangkaian upacara telah dimulai sejak Buda Wage Merakih, 13 November 2024 dengan upacara matur piuning, bhumi sudha, dan nanceb salon. Upacara nyiramin layon dan ngelelet dilaksanakan pada Soma Umanis Medangkungan, 25 November 2024.
Selanjutnya upacara ngajum kajang dan ngaskara dilaksanakan pada Soma Kliwon Uye, 9 Desember 2024. Tepat pada pukul 24.00 dilakukan ngamet toya penembak di Beji Dalem. Adapun puncak upacara pelebon dilaksanakan pada rahina Anggara Umanis Uye, 10 Desember 2024. Rangkaian upacara dihadiri sejumlah Ida Rsi Bhujangga dari seluruh Bali.
Tampak masyarakat begitu antusias mengikuti upacara pelebon ini. Meski hujan sempat mengguyur wilayah Ubung, masyarakat dengan penuh bakti mengikuti perjalanan terakhir Ida Rsi. Saat prosesi pelebon tersebut juga dipentaskan tari sakral Baris Katekok Jago atau biasa disebut Baris Poleng. Dipentaskan pula tari Rejang Poleng.

Ida Rsi Bhujangga Oka Widnyana, lahir pada 19 Februari 1946, merupakan generasi kelima sulinggih Rsi Bhujangga di Griya Yadnya Sari, Ubung. Ida Rsi yang ketika walaka bernama Putu Gede Netra, sempat menjadi Guru Agama Hindu di SMAN 1 Negara dan SMAN 4 Denpasar.
Sampai akhirnya pada tahun tanggal 7 November 1996, Putu Gede Netra bersama sang istri Ni Ketut Padmi, melaksanakan upacara diksa dwijati dengan nabe napak Ida Bhujangga Rsi Nabe Istri Netri dari Griya Babut, Nyitdah, Tabanan. Selanjutnya keduanya amari aran (berganti nama) menjadi Ida Rsi Bhujangga Oka Widnyana dan Ida Rsi Bhujangga Istri Swapatni.
Akhirnya setelah 28 tahun pengabdiannya sebagai seorang sulinggih, Ida Rsi Oka Widnyana berpulang. Ida Rsi meninggal dunia pada 2 September 2024 lalu karena sakit. Mendiang meninggalkan tujuh orang putra-putri dan tujuh orang cucu.
Bagus Putra Ariana, anak ke-6, mewakili pihak keluarga menyampaikan terima kepada segenap prawartaka karya, termasuk pula prajuru dan krama Desa Adat Ubung. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para penglingsir puri serta Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara yang telah berkenan hadir.
“Matur suksma atas bantuan seluruh pihak dalam pelaksanaan pelebon ini, termasuk dinas/instansi terkait yang telah membantu kelancaran jalannya rangkaian upacara dari awal sampai akhir,” ucap Bagus Putra. (dbc)















