Home / Ekbis

Kamis, 5 Januari 2023 - 16:40 WIB

Inovasi Beras Merah Warga Desa Kaliasem Rambah Pasar Internasional

I Wayan Subagia Arimbawa, warga Desa Kaliasem, Buleleng, menunjukkan produk olahan beras merah produksinya.

I Wayan Subagia Arimbawa, warga Desa Kaliasem, Buleleng, menunjukkan produk olahan beras merah produksinya.

BULELENG – Tidak banyak yang tahu manfaat dari beras merah. Salah satu keunggulan beras merah, dipercaya dapat membantu mengontrol kadar gula.

Beras merah memiliki struktur lebih kasar dari nasi putih serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh, protein, mineral, vitamin, dan pati. Namun karena memiliki rasa yang tidak biasa seperti beras biasanya dan memiliki harga yang lumayan tinggi, membuat masyarakat enggan mengonsumsinya.

Hal tersebut justru dilihat sebagai peluang oleh sosok I Wayan Subagia Arimbawa yang berasal dari Desa Kaliasem, Buleleng. Ditangan kreatifnya, beras merah dikemas menjadi bentuk teh yang tidak begitu susah untuk mengolahnya serta cemilan berupa krupuk sehat.

Subagia yang ditemui di tempat usahanya, Selasa (3/1/2023), mengatakan usaha yang telah dijalankannya selama beberapa tahun terakhir itu mendapat animo sangat tinggi dari masyarakat, terutama kepada masyarakat yang memiliki kesibukan berlebih namun ingin tetap sehat tentunya dengan cara praktis. “Minat masyarakat sangat tinggi terutama pekerja kantoran yang sedikit memiliki waktu untuk mengolah beras merah untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong Kepedulian Lingkungan, ACE Gelar Aksi Kebersihan di 10 Kota

Dia mengaku produknya sudah dijual hingga merambah pasar internasional contohnya di Dubai dengan menggunakan sistem titip melalui agen di Palangkaraya. Selain itu, pada pasar nasional dia memasarkan produknya hingga Jakarta, Surabaya, dan Bandung dengan harga pasaran teh seharga Rp25 ribu di luar Buleleng, Rp20 ribu di Buleleng. Untuk harga pasaran krupuk seharga Rp15 ribu di luar Buleleng, Rp10 ribu di Buleleng.

Memiliki dasar pengelolaan website dan aplikasi, pemasaran yang digunakan Subagia yaitu menggunakan platform marketplace yang biasa digunakan oleh masyarakat luas seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli. Penggunaan digitalisasi tersebut diakuinya didapatkan dari pelatihan yang diberikan oleh Pemkab Buleleng melalui Diskominfosanti Buleleng pada kelas Digital Marketing. Disamping itu, dukungan dari sisi perizinan juga ditunjukkan oleh Pemkab Buleleng melalui Disdagperinkop Buleleng dengan membantu mengurus label halal pada produknya. “Per bulannya saya bisa menghasilkan 5-9 juta dengan mengajak istri saja untuk prduksi dan packaging-nya,” tandasnya.

Baca Juga :  Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Subagia berharap ke depannya bisa mengembangkan lagi usahanya dengan menambah sarana dan prasana serta tenaga kerja agar usahanya lebih efektif dan bisa mencakup pasar yang lebih besar. “Saya ingin mengembangkan dengan bantuan mesin jadi tidak manual lagi sehingga efisiensi waktu dan tenaga, serta packaging juga akan di-update agar lebih menarik lagi,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Pemkab Bangli Libatkan Desa Adat Kelola Anjungan Penelokan

Ekbis

Dinas PKP Denpasar Cek Kualitas Pangan di Pasar Tradisional

Ekbis

Informa Persembahkan Program “Pasti Termurah” hingga 31 Juli 2023

Ekbis

Panen Bersama Padi Sehat Pribumi

Ekbis

Wadahi UMKM Lokal, Pemkab Buleleng Rancang Toko Online “My Buleleng”

Ekbis

Hyundai Hadirkan Display Spesial Spider-Verse di 11 Kota Besar, Berikut Lokasi dan Tanggalnya

Ekbis

Rayakan Satu Dekade Berkarya, Moorlife Ajak Seribu Entrepreneur ke Bali

Ekbis

POCO Sambut 12.12 dengan Menggelar Extreme Deals, Extreme Fun