Home / Edukasi / Peristiwa

Kamis, 26 Januari 2023 - 21:05 WIB

Edukasi Penanganan DBD di Pasar Intaran Sanur

Kegiatan edukasi penanganan DBD di Pasar Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (26/1/2023).

Kegiatan edukasi penanganan DBD di Pasar Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (26/1/2023).

DENPASAR – Puskesmas II Denpasar Selatan (Densel) menggelar edukasi penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Pasar Intaran, Sanur, Kamis (26/1/2023). Edukasi tersebut dilakukan guna menekan angka kasus DBD yang belakangan ini mengalami peningkatan.

Kepala Puskesmas II Densel, dr. Ida Ayu Ketut Martini, mengatakan, dari awal bulan Januari 2023 hingga kemarin sudah ada kasus 18 orang terjangkit DBD di wilayah Puskesmas II Densel. Para pasien semuanya merupakan masyarakat dari Kelurahan Renon dan Sanur.

“Untuk itu, edukasi ini dilaksanakan di pasar agar masyarakat bisa mengetahui cara penanganannya, sambil mereka berjualan atau berbelanja,” ujar dr. Martini.

Baca Juga :  Setahun Bebas dari Penjara, IRT Kembali Ditangkap Polisi

Edukasi yang diberikan adalah cara mengatasi DBD dengan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Memasuki pergantian cuaca, dr. Martini pun mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit DBD dan meningkatkan kebersihan lingkungan masing-masing.

“Saat musim hujan, ada beberapa tempat yang jadi sarang nyamuk di antaranya penampungan air hujan dan sumber genangan di sekeliling rumah, seperti ban, kaleng, botol bekas, cekungan batang kayu, tempurung kelapa, ataupun talang yang tersumbat,” katanya.

Martini menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti dapat menggigit manusia saat beraktivitas di dalam rumah, gedung, sekolah atau di ruang tertutup lainnya. Nyamuk akan suka di tempat yang lembab, gelap, gantungan pakaian, serta tumpukan barang lainnya.

Baca Juga :  Tragedi Banyu Pinaruh di Pantai Purnama, Korban Terseret Arus Ditemukan di Pantai Saba

Menurut dia, upaya paling efektif untuk mencegah DBD dengan melakukan gerakan 3M untuk bak mandi, barang-barang bekas dan lainnya secara serentak.  Upaya pencegahan lainnya antara lain dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa nyamuk, menggunakan kelambu, menggunakan lotion antinyamuk, menghindari menumpuk barang-barang, dan menggantung pakaian karena akan menjadi sarang nyamuk.

“Untuk terus menguatkan pencegahan dan pengendalian penyakit DBD, kami akan terus menggiatkan penyuluhan melalui jumantik di setiap banjar,” pungkas Martini. (dbc)

 

 

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Wisatawan Asal Jerman dan Austria Hilang Terseret Ombak di Diamond Beach

Peristiwa

Dua Wisatawan Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Monkey Forest Ubud

Peristiwa

Mudik Gratis Polda Bali 2025 Diikuti 1.300 Pemudik

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Edukasi

Dukung Program RBD, Balai Bahasa Provinsi Bali Luncurkan Inovasi Parasali

Edukasi

Peluang Animasi dan Kartun Terbuka Lebar

Edukasi

ISI Denpasar Ciptakan Film Musik “Kawyagita Mandala”

Dari Desa

Bulan Ramadan, Bupati Karangasem Menyapa Umat Muslim di Masjid Ar Rahman