Home / Dari Desa / Komunitas / Unik Bali

Jumat, 18 November 2022 - 19:20 WIB

Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Sosialisasi dan eksebisi permainan tradisional asli Buleleng di Wantilan Pura Dalem Banyuning, Buleleng, menghadirkan permainan Magoak-goakan dan Majaran-jaranan.

Sosialisasi dan eksebisi permainan tradisional asli Buleleng di Wantilan Pura Dalem Banyuning, Buleleng, menghadirkan permainan Magoak-goakan dan Majaran-jaranan.

BULELENG – Permainan tradisional adalah permainan yang sangat erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat serta sesuai dengan adat istiadat dan budaya di suatu wilayah. Permainan tradisional pada khususnya di Bali sampai saat ini masih sering dipertunjukkan, baik untuk sekadar hiburan maupun dalam kegiatan keagamaan.

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali menggandeng Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng dan komunitas pencinta permainan tradisional di Buleleng mengadakan sosialisasi dan eksebisi permainan tradisional asli Buleleng. Kegiatan itu dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Banyuning, Buleleng, Rabu16 November 2022. Dalam sosialisasi dan eksebisi ini dipertontonkan beberapa permainan tradisional asli Buleleng, di antaranya Magoak-goakan dan Majaran-jaranan.

Dalam sambutannya, Kasubag Tata Usaha BPNB Provinsi Bali, I Wayan Suca Sumadi, menyampaikan, permainan tradisional yang ada di Buleleng agar tetap terjaga kelestariannya. “Sosialisasi dan eksebisi permainan tradisionl ini tidak berhenti sampai disini saja, tapi diperlukan peran serta pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Empat Seniman Terima Penghargaan Dharma Kusuma dari Gubernur Bali

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Buleleng, I Nyoman Wisandika, menegaskan, Pemkab Buleleng melalui Disbud berupaya agar permainan tradisional asli Buleleng tetap terjaga yang merupakan jati diri masyarakat Buleleng. “Permainan tradisional ini tentunya banyak memiliki filosofi kearifan lokal di antaranya: semangat, kerja sama, dan strategi. Dinas Kebudayaan tentunya akan melakukan upaya pelestarian berkelanjutan, bersinergi dan berkolaborasi dengan semua komponen masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pengalantaka: Dasar Penetapan Purnama Tilem Dalam Kalender Bali

Kegiatan tersebutjuga menghadirkan Ketua Komunitas Bala Goak Desa Panji, Gusti Putu Agus Suputra Jaya. Gustu, sapaan akrabnya menyampaikan, permainan tradisional Magoak-goakan saat ini sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. “Sejarah Magoak-goakan sangat panjang, yang merupakan warisan leluhur kita, Raja Buleleng Anglurah Panji Sakti,” ucap Gustu.

Dia menambahkan, Magoak-goakan merupakan bagian dari tradisi adat dan budaya Desa Panji yang sudah mengakar di masyarakat Buleleng. Begitu pula halnya dengan permainan Majaran-jaranan yang berasal dari Banyuning. Untuk itu, sebagai masyarakat Buleleng wajib untuk melakukan regenerasi untuk tetap mempertahankan kelestariannya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Tidak Lagi di Lapangan Puputan, Tawur Agung Kesanga Kota Denpasar Digelar di Catus Pata

Unik Bali

Dipuput Ida Dukuh Celagi, 26 Warga Binaan Jalani Pawintenan

Komunitas

Varash Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Olahraga Bersama di Lapangan Renon

Unik Bali

Lomba Makepung Lampit, Ajang Menjaga Warisan Budaya

Dari Desa

Tutup Akhir Tahun 2022, ST Banjar Ketapian Kelod Gelar Pasar Murah

Dari Desa

Pelatihan Tata Rias Wajah dan Rambut PKK Kelurahan Dangin Puri

Unik Bali

Pura Pertama di Belanda

Unik Bali

Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali