Home / Ekbis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:31 WIB

Produksi Hortikultura Tabanan Meningkat

Produksi hortikultura Kabupaten Tabanan menunjukkan tren peningkatan.

Produksi hortikultura Kabupaten Tabanan menunjukkan tren peningkatan.

TABANAN – Kabupaten Tabanan kembali mencatat capaian positif di sektor pertanian. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan pada 27 Februari 2026, produksi hortikultura tahun 2025 menunjukkan kinerja yang menggembirakan sekaligus memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu sentra pertanian unggulan di Provinsi Bali.

Salah satu kawasan andalan hortikultura berada di Kecamatan Baturiti yang dikenal sebagai sentra produksi sayuran dan buah-buahan, dengan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan daerah.

Untuk komoditas sayuran dan buah-buahan semusim, produksi tertinggi pada tahun 2025 tercatat pada petsai sebesar 5.799,45 kuintal, disusul ketimun 5.769,50 kuintal, dan buncis 3.530,70 kuintal. Sementara pada kelompok tanaman tahunan, pisang menjadi komoditas unggulan dengan produksi mencapai 57.885,82 kuintal, diikuti durian 46.255,23 kuintal, dan jambu biji 12.789,76 kuintal.

Tak hanya itu, subsektor tanaman hias juga menunjukkan perkembangan positif dengan produksi pisang-pisangan mencapai 37.250 pohon. Pada komoditas biofarmaka, tanaman serai mencatat produksi tertinggi dengan capaian 219.300 kilogram.

Baca Juga :  Puncak Pelebon Ida Rsi Bhujangga Griya Yadnya Sari Ubung

Capaian ini mencerminkan konsistensi sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menunjukkan keberhasilan diversifikasi komoditas yang dilakukan petani di Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026), menyampaikan apresiasi atas kinerja para petani, penyuluh, serta seluruh pihak yang terus menjaga produktivitas pertanian daerah.

“Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Tabanan tetap tangguh dan produktif. Hortikultura kita semakin kuat, baik untuk komoditas sayuran, buah tahunan, tanaman hias, maupun biofarmaka. Ini adalah hasil kerja keras petani dan dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah daerah,” ujar Sanjaya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi ini tidak hanya soal angka, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan, stabilitas ekonomi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Honda Pertahankan Posisi 3 Besar Penjualan Terbanyak Tahun 2024

“Kita harus memastikan produktivitas ini diiringi dengan peningkatan kualitas, nilai tambah, dan akses pasar. Hilirisasi produk pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan lingkungan. Modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta regenerasi petani muda juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan.

“Pertanian adalah identitas dan kekuatan Tabanan. Kita tidak boleh berpuas diri. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing, menjaga kualitas produksi, serta memperluas pasar, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat dan sektor pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi daerah,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Deklarasi Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik

Ekbis

Realme Resmi Luncurkan Realme 10 Pro Series 5G di Indonesia

Ekbis

Jelang Nataru, Forkopimda Denpasar Inspeksi Stok dan Harga Pangan

Ekbis

POCO Sambut 12.12 dengan Menggelar Extreme Deals, Extreme Fun

Ekbis

Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Ekbis

Rajin Nabung, Kok Masih Bolong Ya?

Ekbis

McEasy Serahkan 100 GPS untuk Dukungan Penguatan Digitalisasi UKM Pariwisata

Ekbis

Terdampak Pemetaan Eksplorasi Migas, 60 Nelayan di Buleleng Terima Kompensasi Rumpon