Home / Peristiwa / Turisme / Unik Bali

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:52 WIB

PAKB 2025: Ketahanan Budaya di Tengah Arus Pariwisata

Acara pembukaan Pasamuhan Alit Kebudayaan Bali tahun 2025.

Acara pembukaan Pasamuhan Alit Kebudayaan Bali tahun 2025.

DENPASAR — Majelis Kebudayaan Bali (MKB) bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar Pasamuhan Alit Kebudayaan Bali (PAKB) 2025, forum strategis yang mengangkat tema besar “Menjaga Tanah Bali dan Ketahanan Budaya dalam Industri Pariwisata Bali.”

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (22/10/2025) dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah, akademisi, budayawan, seniman, tokoh adat, komunitas budaya, pelaku pariwisata hingga penggiat lingkungan.

Ketua Harian MKB, Prof. Dr. I Komang Sudirga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk menata ulang arah kebijakan kebudayaan Bali di tengah tantangan modernisasi dan gempuran industri pariwisata yang semakin masif.

Dalam pengantarnya, Prof. Sudirga menyoroti fenomena modernisasi dan komersialisasi yang telah menggerus nilai-nilai luhur kebudayaan Bali. “Di balik gemerlap pariwisata yang mendunia, ada kegelisahan mendalam tentang arah dan nasib kebudayaan Bali itu sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Festival Seni Bali Jani 2022 Akan Dimeriahkan Lomba Berskala Nasional

PAKB 2025 berlangsung selama dua hari, 22–23 Oktober 2025, dengan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka. Forum ini juga diharapkan menghasilkan rumusan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam menjaga dan mengadaptasi warisan budaya sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan taksunya.

Hari pertama menghadirkan empat akademisi dan tokoh budaya Bali, antara lain Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.H, Prof. Dr. I Gede Pitana (Ida Pandita Mpu Brahmananda), Prof. Dr. Wayan P. Windia, S.H., M.Si, dan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit.

Hari kedua forum diisi talkshow interaktif bersama generasi muda dan pegiat budaya seperti Jro Penyarikan Duuran Batur (I K. Eriadi Ariana), I Gusti Ari Rai Temaja, I Gede Adrian Mahaputra, dan I Kadek Wahyudita, dipandu oleh jurnalis budaya I Wayan Juniarta. Sesi ini diharapkan menjadi ruang dialog antar generasi untuk mencari solusi kreatif terhadap tantangan pelestarian budaya dan lingkungan Bali.

Baca Juga :  Pokémon TCG Academia Hadir Pertama Kali di Bali, Eksklusif di Living World Denpasar

Prof. Sudirga menegaskan bahwa Pasamuhan Alit Kebudayaan Bali 2025 diharapkan menjadi titik balik kesadaran kolektif masyarakat Bali. Ia mengajak masyarakat Bali untuk membangun rasa wirang, jengah, dan militansi kultural dalam menjaga tanah dan kebudayaan Bali.

“Menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks ke depan,  kita perlu membangun rasa militansi, sutindih, wirang, dan jengah atas tanah dan kebudyaan Bali jika tidak ingin menghadapi penyesalan kemudian,” tegasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Telenggelam di Kolam GKBK Jembrana, Anak 3,5 Tahun Tewas

Dari Desa

Bersih-bersih Pantai Biaung Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Dari Desa

Tanggulangi DBD, 24 Desa di Denpasar Terapkan Metode Wolbachia, Ini Daftarnya!

Edukasi

Bercerita Pembangunan Taman Ayun, Prasi Sepanjang 4 Meter Diselesaikan 17 Orang

Peristiwa

Kurator PKB Tegaskan Petruk Tak Dilarang Tampil, Hanya Diingatkan Jaga Etika

Peristiwa

Meninggal di AS, Jenazah Kadek Melly Tiba di Rumah Duka

Edukasi

Timpora Kota Denpasar Periksa Sekolah Pekerjakan WNA

Turisme

Wisman Sambut Baik Lovina Festival 2023