Home / Edukasi

Jumat, 9 Juni 2023 - 00:09 WIB

Berantas DBD dengan Metode Wolbachia, Amankah bagi Manusia?

WORLD Mosquito Program (WMP) adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Monash University. WMP bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Seperti demam derdarah dengue (DBD), zika, demam kuning, dan chikungunya.

WMP menggunakan bakteri alami yang disebut Wolbachia untuk mengurangi kemampuan nyamuk menularkan virus yang menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa di beberapa negara. Cara ini terbukti berhasil menurunkan penularan DBD. Antara lain hasil penelitian di Indonesia dengan menggunakan metode randomized controlled trial (RCT) menunjukkan penurunan kejadian DBD di daerah intervensi sebesar 77%.

Saat ini, proyek Wolbachia sedang berlangsung di Asia, Pasifik, dan Amerika dan terus menunjukkan akumulasi hasil yang menjanjikan. Pada tahun 2023, WMP memulai program perluasan di Provinsi Bali, Indonesia dengan target Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng sebagai lokasi penyebaran nyamuk ber-Wolbachia fase 1 hingga tahun 2024.

Alasan kedua lokasi tersebut didasari oleh tingginya kasus DBD. Dalam pelaksanaan program tersebut, WMP bekerja sama dengan Save The Children Indonesia sebagai mitra nasional dan Yayasan Kerti Praja (YKP) sebagai mitra lokal untuk perluasan pembelajaran inovasi metode Wolbachia untuk penanggulangan dengue di Provinsi Bali.

Baca Juga :  Puluhan Siswa SMP Ikuti Lomba Sketsa Wajah Bung Karno
Apa itu metode Wolbachia World Mosquito Program (WMP)?

WMP menggunakan bakteri alami yang disebut Wolbachia untuk mengurangi kemampuan nyamuk menularkan virus yang menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa di beberapa negara.

Apakah metode Wolbachia Aman?

Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian berbasis laboratorium dan lapangan, temuan WMP telah menjalani penilaian independen yang ketat. Hasilnya menyimpulkan bahwa metode Wolbachia aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

Apakah nyamuk Wolbachia dimodifikasi secara genetik (GM)?

Metode ini bukanlah modifikasi genetik (GM) karena materi genetik nyamuk belum diubah. Baik nyamuk Aedes aegypti maupun Wolbachia tidak dimodifikasi secara genetik di laboratorium dan strain Wolbachia yang digunakan WMP adalah bakteri alami.

Bagaimana WMP melepas nyamuk ber-Wolbachia?

Tim lapangan WMP menyebarkan nyamuk ber-Wolbachia selama beberapa bulan. Tim menggunakan berbagai metode penyebaran yang disesuaikan dengan masyarakat setempat. Seiring waktu, persentase nyamuk pembawa Wolbachia tumbuh hingga tetap tinggi tanpa perlu adanya penyebaran nyamuk lebih lanjut.

Baca Juga :  Sehari di Karangasem, Delegasi EdWG G20 Pelajari Tradisi Masyarakat Bali
Bagaimana WMP memantau tingkat Wolbachia dalam populasi nyamuk setelah penyebaran nyamuk?

WMP memiliki perangkap nyamuk yang disebut perangkap BG, yang diselenggarakan oleh tim implementasi di lapangan. Nyamuk yang terbang ke perangkap dibawa kembali ke laboratorium sehingga stafnya dapat mempelajari tingkat Wolbachia dalam populasi nyamuk setelah disebarkan.

Berapa banyak nyamuk yang WMP lepaskan?

Satu dari sepuluh rumah akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi lokasi penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Denpasar dan Buleleng. Pada bulan September 2023, rencananya WMP akan melakukan penyebaran awal dan diikuti dengan penyebaran secara merata di 24 desa di Denpasar dan 55 desa di Buleleng.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan nyamuk ber-Wolbachia untuk berkembangbiak dengan populasi nyamuk lokal?

Waktu yang dibutuhkan nyamuk ber-Wolbachia untuk berkembangbiak secara berkelanjutan bervariasi. Hal ini karena tergantung dari jumlah nyamuk lokal, serta kondisi lingkungan dan demografis setempat. Namun pada umumnya, dibutuhkan waktu mulai dari beberapa bulan hingga satu tahun untuk nyamuk ber-Wolbachia berkembangbiak dengan populasi nyamuk lokal. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Bunda PAUD Denpasar Terima Kunjungan Bunda PAUD Kota Bandung

Edukasi

Tingkatkan Minat Generasi Muda Belajar Bahasa Bali Lewat Digitalisasi

Edukasi

Dharma Tula Baladika Bali DPC Denpasar Hadirkan Ida Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti

Edukasi

Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 Ditutup Pertunjukan Seni Sarat Pesan Gotong Royong

Edukasi

Festival Tunas Bahasa Ibu di Bali Berakhir, Berikut Para Pemenangnya

Edukasi

Kasus TBC Seperti Gunung Es, Pemkab Buleleng Target Peningkatan “Tracing”

Edukasi

Chinese Spring Festival Tahun 2025, TCI Unud Sambut Tahun Ular Kayu

Edukasi

Wali Kota Denpasar Resmikan Graha Nawasena Rumah Harapan Disabilitas