Home / Dari Desa / Komunitas

Minggu, 16 April 2023 - 21:23 WIB

Bupati Jembrana Buka Festival Irama Musik Sahur Ke-25

Bupati Jembrana I Nengah Tamba foro bersama para peserta usai membuka Festival Irama Musik Sahur (FIMS), Sabtu (15/4/2023) di Kelurahan Loloan Barat.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba foro bersama para peserta usai membuka Festival Irama Musik Sahur (FIMS), Sabtu (15/4/2023) di Kelurahan Loloan Barat.

JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Wakil Bupati IGN Patriana Krisna membuka Festival Irama Musik Sahur (FIMS) ke-25. Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan dan pelepasan peserta, Sabtu (15/4/2023) di Perempatan Setra Lelateng, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Remaja Loloan Barat dan Lelateng ini sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat. Mereka tumpah ruah menyaksikan jalannya festival tahunan yang diikuti puluhan grup peserta itu. Festival Irama Musik Sahur tahun ini mengangkat tema “Mahakarya Usia Perak Menyongsong Jembrana Emas 2026”.

Rute pawai festival, mengambil start dimulai dari Perempatan Setre Lelateng menuju arah selatan Jalan Semangka, Loloan Barat. Kemudian menuju Jalan Gunung Agung melewati Pasar Ijo Gading menuju finish di Jalan Gatot Subroto.

Baca Juga :  Pengukuhan Prajuru Desa Adat Padangsambian Masa Bakti 2023 - 2028

Usai membuka acara, Bupati I Nengah Tamba menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Menurut dia, FIMS sudah menjadi tradisi melekat dengan budaya Loloan yang memiliki ciri tersendiri.

“Saya harapkan agar kegiatan Festival Irama Musik Sahur ke-25 ini tidak hanya dijadikan ajang untuk meraih juara saja oleh para pesertanya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sikap prilaku para peserta FIMS ini bisa memiliki nilai tambah dan dapat menjadi suri tauladan bagi umat lainnya,” ucapnya.

Tamba juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap toleransi terlebih beberapa hari lagi merupakan hari raya Idul Fitri. “Momen tersebut agar dapat dijadikan saling menjaga sikap toleransi dengan konsep menyama braya yang sudah terbina selama ini agar bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Jembrana untuk ikut berperan aktif menyukseskan pembangunan di kabupaten Jembrana. “Mari kita bersama-sama ikut berperan aktif untuk menyukseskan pelaksanaan program pembangunan sesuai visi misi Kabupaten Jembrana. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita bersama mewujudkan Jembrana Bahagia menuju Jembrana Emas 2026 tercapai,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Agus Ahyan menjelaskan Festival Irama Musik Sahur (FIMS) ke-25 kali ini diikuti sebanyak 61 grup dari seluruh desa se-Kabupaten Jembrana. “Terdiri dari 20 grup kategori anak-anak dan 41 grup kategori dewasa. Ini merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadan. Mereka para peserta secara bergantian menampilkan atraksi berupa alunan musik, tarian khas Muslim di sepanjang rute pementasan,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

“Ketut Garing” Ternyata Putra Raja // Dari Pentas Drama Teater Jineng

Edukasi

Perempuan Cerdas Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital

Dari Desa

Made Wijana Warisi Seni Lukis Wayang Kaca Khas Desa Nagasepeha

Komunitas

Ida Dukuh Celagi: Bhaerawa Ajaran Cinta Kasih, Lakukan Pelayanan dengan Penuh Bakti

Ekbis

Dorong Kepedulian Lingkungan, ACE Gelar Aksi Kebersihan di 10 Kota

Komunitas

Disnaker Gianyar Gelar Pelatihan Barista dan Junior Make Up Artist

Ekbis

Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Dari Desa

Bupati Tamba Kukuhkan Sanggar Kerta Winangun Swara Desa Dangintukadaya