Home / Dari Desa / Ekbis

Jumat, 9 September 2022 - 20:34 WIB

Penggilingan Padi Senilai 15 Miliar Akan Dibangun di Desa Penyaringan Jembrana

Bupati Jembrana bersama jajaran Bank Mandiri saat bertemu di Denpasar, Kamis, 8 September 2022.

Bupati Jembrana bersama jajaran Bank Mandiri saat bertemu di Denpasar, Kamis, 8 September 2022.

JEMBRANA – Dana CSR dari Bank Mandiri akan segera disalurkan bagi Gabungan Kelompok Petani Bersama (Gapoktan) di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Bantuan itu diperuntukkan membangun Rice Milling Unit (RMU) atau unit penggilingan padi senilai Rp15 miliar.

RMU merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang kompak dan mudah dioperasikan, dimana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses. Dengan penyaluran CSR itu diharapkan membantu memperkuat pelaksanaan program kewirausahaan petani di Kabupaten Jembrana.

Jelang penyaluran CSR, Bupati Jembrana kembali berkoordinasi bersama Direktur Hubungan Lembaga, Rohan Hafas, bersama jajaran Bank Mandiri terkait pada Kamis, 8 September 2022 di Denpasar.

Baca Juga :  “Groundbreaking” Sentra Pengolahan Beras Terpadu di Desa Penyaringan Jembrana

Rohan Hafas memastikan bahwa program corporate social responsibility (CSR) RMU tersebut segera disalurkan untuk masyarakat di Kabupaten Jembrana, khususnya bagi Gapoktan di Subak Tibu Beleng. “Keberadaan RMU ini kami harapkan dapat meningkatkan income dan derajat petani di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Dia melanjutkan, Bali yang terkenal akan pariwisatanya sempat terpuruk akibat pandemi. Kini saatnya masyarakat Bali kembali pada jati dirinya yakni sebagai petani. “Semoga ini menjadi contoh, dan Jembrana mengawalinya,” harapnya.

Rohan mengungkapkan, hibah CSR RMU di Jembrana ini merupakan proyek yang ketiga, setelah sebelumnya keberadaan proyek ini sukses di daerah lain. “Selama 3-4 tahun berjalan, RMU di daerah lain telah mampu menghasilkan profit. Saya ingin kesuksesan tersebut nanti berlaku juga di Jembrana. Semoga adanya RMU menjadi role model bisnis pertanian modern di Jembrana,” ucapnya.

Baca Juga :  Hyundai Hadirkan Display Spesial Spider-Verse di 11 Kota Besar, Berikut Lokasi dan Tanggalnya

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, ingin RMU segera dapat terealisasi. Menurut dia, hal ini sebagai jawaban dari permasalah pertanian di Kabupaten Jembrana. Seperti halnya pada masa panen dan pascapanen, justru harga gabah murah. Dengan keberadaan RMU inilah menjadi jawaban atas penyelesaian permasalahan tersebut.

Astungkara, RMU dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi beras para petani. RMU juga bisa menjadi pengelolaan beras terpadu yang berskala besar,” kata Tamba. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Jokowi Sebut Kenaikan Harga Beras Terjadi di Semua Provinsi

Ekbis

Pendopo Hadirkan Fashion Show Buleleng Kita

Dari Desa

Abhiseka Ratu Ke-12 Puri Ngurah Sibang Kaja

Ekbis

Menparekraf: Bali Harus Jadi Center of Excellent Pengelolaan Desa Wisata

Ekbis

Peringati Hari Kartini, 125 Bibit Cabai Didistribusikan

Ekbis

Bupati Jembrana Lepas Ekspor 64.800 Telur Tetas ke Uni Emirat Arab

Dari Desa

Sinergi Pemkab Jembrana dan TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda di Mendoyo

Dari Desa

Jaya Negara Mendem Pedagingan di Prajapati Pura Kahyangan Sumerta