Home / Edukasi

Minggu, 4 Mei 2025 - 14:29 WIB

Gabung Pelatnas Satu Bulan, Kadek Adi Asih Raih Perunggu di Piala Dunia Panjat Tebing 2025

Kadek Adi Asih mempersembahkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali, Sabtu (3/5/2025).

Kadek Adi Asih mempersembahkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali, Sabtu (3/5/2025).

NUSA DUA – Pengalaman membanggakan berhasil diukir atlet panjat tebing putri Indonesia asal Bali, Kadek Adi Asih. Perempuan berusia 19 tahun ini berhasil mempersembahkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (3/5/2025).

Raihan medali perunggu Kadek Adi di kejuaraan dunia kali ini bisa dibilang sangat mengejutkan. Bayangkan, baru bergabung di pelatnas Tim Panjat Tebing Indonesia pada bulan April, selang satu bulan kemudian Kadek sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Merah Putih.

Kadek berhasil mengalahkan atlet panjat tebing Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 7,27 detik di nomor speed putri. Sementara medali emas berhasil diraih atlet panjat tebing Polandia, Aleksandra Miroslaw dengan catatan waktu 6,37 detik.

Baca Juga :  Yayasan Bakti Pertiwi Jati Konsen pada Pelestarian Situs Budaya dan Alam Bali

Perunggu ini terasa spesial bagi Kadek Adi Asih karena menjadi medali perdananya di Piala Dunia Panjat Tebing 2025. Selain itu, ini menjadi keikutsertaan perdananya di ajang bergengsi ini.

Perjalanan Kadek di kejuaraan dunia kali ini tidaklah muda. Sebelumnya, ia melewati babak kualifikasi dengan mulus dan masuk 16 besar dengan catatan waktu yang lebih baik yakni 7.00 detik.

Pada babak 16 besar, Ia berhasil memperbaiki catatan waktu 6,91 detik dan mengalahkan wakil Polandia, Chudziak yang terpelesat dan tidak bisa melanjutkan laga.

Pada babak perempat final, Kadek berhadapan dengan rekan seniornya Susan Nurhidayah. Ia kemudian melaju ke semifinal dengan catatan waktu 6,96 detik, sedangkan Nurhidayah terhenti karena terpeleset dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Pada babak semifinal, ia mencatatkan waktu 7.32 detik, dikalahkan atlet asal China, Zhou Yafei dengan catatan waktu lebih baik 7.28 detik. Kadek akhirnya merebut medali perunggu pada perebutan peringkat ketiga atau small final mengalahkan wakil dari Korea Selatan, Jeong Jimin.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Berharap Pasar Seni Sukawati Semakin Dikenal

Ditemui usai pertandingan, Kadek Adi Asih menjelaskan bahwa penampilannya kali ini bukanlah penampilan yang terbaik. Meskipun demikian, ia cukup senang karena bisa mempersembahkan perunggu untuk Indonesia karena memang tidak ditarget apapun oleh pelatih di piala dunia kali ini.

“Tidak menyangka bisa mendapat perunggu disini. Karena saya baru masuk pelatnas bulan April, meskipun waktunya pendek, tapi saya terus belajar sama senior yang lain. Perasaanya jelas bangga. Ada motivasi dari keluarga yang membuat saya fokus sampai sekarang,” ujarnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Prof P. Windia Ungkap Tiga Penopang Utama Keberlanjutan Kebudayaan Bali

Edukasi

SMA/SMK Negeri Bali Mandara Percontohan Sekolah Rakyat

Edukasi

Siswi SD 28 Dangin Puri Juara 1 Video Kreatif HUT Polwan

Edukasi

Lestarikan Permainan Tradisional, Jantra Tradisi Bali Lombakan Tajog, Deduplak, Terompah, Megala-gala

Edukasi

Perempuan Cerdas Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital

Edukasi

Festival Tunas Bahasa Ibu di Bali Berakhir, Berikut Para Pemenangnya

Edukasi

Program Organisasi Penggerak Kemendikbudristek-BWL Berhasil Gerakkan 100 Sekolah di Denpasar

Edukasi

Porsenijar Kota Denpasar 2026 Ditutup, Berikut Ini Juara Umum dan Atlet Terbaik