DENPASAR – Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbudristek dan Yayasan Bali Wastu Lestari (BWL) telah berjalan selama tiga tahun. “Program ini berhasil menggerakkan 100 sekolah sasaran dan meningkatkan kapasitas 1.900 guru di Kota Denpasar, ” ujar Ketua Yayasan BWL, Ni Wayan Riawati, SE, MSi.
Hal itu ia sampaikan dalam Apresiasi POP Kemendikbudristek 2021-2023 pada Senin (12/6/2023). Acara apresiasi sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup 2023 berlangsung di Riverside Convention Center, Denpasar. Para kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa-siswi dari 100 sekolah sasaran POP di Kota Denpasar menghadiri acara itu dengan antusias.
Dalam acara itu juga pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba video kampanye, desain infografis, dan artikel ilmiah populer. Adapun juara video kampanye yakni SDN 13 Sesetan (juara 1), SDN 9 Padangsambian (juara 2), dan SDN 27 Pemecutan (juara 3). Untuk juara desain infografis disabet oleh SDN 3 Pedungan (juara 1), SDN 1 Pemecutan (juara 2), dan SDN 10 Sanur (juara 3). Sementara SDN 5 Pedungan meraih juara 1 artikel ilmiah populer, disusul juara 2 SDN 9 Padangsambian dan juara 3 SDN 17 Pemecutan.
Aksi Nyata 3R
Riawati menjelaskan, BWL bekerja sama dengan Disdikpora Kota Denpasar telah melaksanakan pendidikan, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan mengawal aksi nyata yang berfokus pada Pengembangan Numerasi, Literasi, dan Karakter terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup Berlandaskan Tri Hita Karana. “Melalui Kebijakan Merdeka Belajar POP, BWL berkomitmen bersama Kemendikbudristek bergotong royong membangun perubahan perilaku yang berperan penting terhadap mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Dia menegaskan, pendidikan berperan vital dalam mempengaruhi perilaku konsumsi. Untuk itulah peningkatan kapasitas tenaga kependidikan agar mampu melahirkan insan-insan yang memiliki wawasan. Selain itu, juga menumbuhkan kesadaran dan tergerak melaksanakan aksi nyata kebiasaan 3R, memilah sampah, mengolah dan bersama-sama mendorong ekonomi sirkuler untuk keberlanjutan.
Seratus sekolah sasaran telah bergotong royong menjadikan total 96,6 ton sampah nonorganik menjadi bahan baku industri daur ulang. Bank Sampah Induk Bali Wastu Lestari, BSI Bali Bersih, dan Bank Sampah Sektor Sarana Gathi yang dengan sabar dan dedikasi tinggi menjadi penjamin pasar. Sehingga 96,6 ton sampah nonorganik tersebut mendorong terwujudnya ekonomi sirkuler dengan nilai Rp468 juta. Melibatkan partisipasi lebih dari 11.200 warga sekolah yang sudah memilah sampah dan menyetornya ke bank sampah sekolah.
“Hasil pengelolaan sampah organikpun cukup membanggakan. Ratusan liter eco enzyme telah dihasilkan secara berkala. Lubang resapan biopori telah menjadi komporter alami yang mengolah ratusan kg dedaunan dan sisa canang. Serta tong komposter telah mengolah ribuan kilo sampah organik dan menghasilkan ribuan liter pupuk organik cair,” papar Riawati.
Lanjutkan Implementasi
Ni Ketut Irma Parwati selaku Pengawas Pendamping Lapangan POP Kemendikbudristek mengatakan, POP merupakan Program Merdeka Belajar episode keempat. POP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan melibatkan peran serta organisasi kemasyarakatan (ormas). Salah satunya yakni Yayasan Bali Wastu Lestari.
“Mudah-mudahan dapat terimplementasikan dan berdampak pada anak-anak kita. Semoga bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan mendapat dukungan masyarakat,” ucap Irma Parwati.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Denpasar, Ayu Agustini, menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah sasaran yang telah melakukan praktik baik dan mendorong aksi nyata terhadap pendidikan lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga Bumi harus ditanamkan sejak dini kepada siswa dengan memasukkan literasi dan numerasi tentang lingkungan hidup.
Jaya Negara mengharapkan, sekolah yang menjadi sasaran tetap melanjutkan implementasi dari POP. Selanjutnya sekolah tersebut menjadi contoh dan dapat mengimbaskan pengalaman dan pengetahuannya ke sekolah lainnya. (dbc)















